Kita lupain sejenak nasib si Tao Ming Se dan kawan-kawannya di cerita gw sebelumnya! Kita masih sanggup untuk bernafas kawand,, Kita masih harus terus hidup untuk menyantuni para kaum duafa metropolitan di kerajaan Mataram Kuno dan panti-panti jompo di sekitar alun-alun kota Blitar! Kita masih harus terus berjuang sepenuh jiwa dan raga, sumpah pemuda dan sumpah palapa patih gajah mada sampai titik darah nyamuk-nyamuk cikumunya dan nyamuk-nyamuk demam berdarah habis di donorin ke PMI Timor Timur! Kita masih harus terus berjuang membasmi kejahatan pencurian kutang dan celana dalem molor punya ibu-ibu rumah tangga di desa cileduk yang didalangi oleh Green Goblin dan Kolor Ijo! Kita masih harus terus berjuang untuk memahami tulisan gw di atas yang sebenernya -Jujur- gw juga masih bingung dan ga paham sendiri kalo gw tuh sebenernya lagi nulis tentang apa’an?? AAARRGGHHHH … ?!! Sumpah!! Gw kehabisan ide gan …
-???-
Oke! Lanjut! Jadi gini bro,, sebenernya gw mau nyeritain pengalaman gw pas baru dapet tempat buat ngontrak! Awal mulanya berawal waktu gw kenal ama kakak-kakak kelas gw di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, salah satunya namanya mas Awak. Orangnya baik, low profile, apa adanya, gampang berbaur ama komunitas manapun, dan gak sok jaim ama adik-adik kelasnya. Beda jauh ama anak-anak Himpunan Mahasiswa Jurusan (baca: HMJ) yang prilakunya mirip banget kaya anak-anak IBYSMPPGYSA (baca: Ipa-Bangsat-Yang-Suka-Menjilat-Pantat-Para-Guru-guru-Yang-Sok-Artis) pas gw masih duduk di bangku SMA dulu. Sok pasang muka senyum ramah tamah di depannya para guru-guru killer MaBiFiKi (Matematika, Biologi, Fisikia, dan Kimia) biar dapet nilai A buat mata pelajaran yang sama sekali ga:

>>>
1.    Berkeperikemanusian : Matematika
Sebuah mata pelajaran yang menganggap bahwa manusia hanyalah sebagai sebuah mesin hitung yang cara kerjanya ga lebih dan ga kurang hampir sama aja kaya kalkulator. Tambah, Kurang, Kali, Bagi, Untuk, Kepada, Dengan, dan para tetangga-tetangganya yang lain. Dikira kita mesin apa yang bisa lu pencet-pencet dengan sadisnya sesuka udel lu cuma buat ngitungin banyaknya telur onta yang ada di belakang koma? Hahh?? JAWAABB?!! lanjut!

>>>

2.    Berkeperikehewan : Biologi
Sebuah mata pelajaran yang menganggap bahwa semua hewan hanyalah seonggok pohon jati yang udah tua dan berumur lebih dari umur kambing-kambing peyot yang udah ga bertenaga lagi buat menghasilkan tunas-tunas kambing di negeri para kambing yang suka mengkambing hitamkan sendiri teman-temannya sendiri sesama kambing, yang setelah itu bisa dengan leluasanya mereka, seenak dengkulnya, keteknya, ataupun jidat-nonongnya buat di potong-potonging kecil-kecil kaya rendang, trus di perbesar lagi ukurannya di mikroskop cuma buat ngelihat apakah mereka mengandung penyakit panuan, kadasan, kurapan, gudikan, korengan, ketombean, dan an-an lainnya ato enggak.

>>>

3.    Berkeperikekakek-kakekkan : Fisika
Sebuah mata pelajaran yang mengganggap bahwa (memang benar) alam tercipta untuk di pelajari dan di kembangkan ilmu-ilmunya melalui praktek-praktek yang masuk akal logika dan bisa dipertanggungjawabkan semua kebenaran ilmu-ilmunya melalui teori-teori temen-temen kakek dari kakeknya si kakek yang ternyata punya tetangga kakek-kakek juga, dan ternyata tetangga si kakek-kakek yang juga masih punya kakek itu masih punya saudara lagi yang sebuyut sama kakek-kakeknya kakek gw, yang sebenernya gw juga ga ngerti, belum pernah tau, juga belum pernah kenal, atopun pernah ketemuan ama mereka semua.

>>>

4.    Berkeperike”gw-ga-ngerti-harus-ngomong-apa”an : Kimia
Sebuah mata pelajaran yang gw juga masih bingung harus ngomong kaya gimana lagi, yang intinya, pointnya, paragraph utama, dan kalimat pokoknya adalah, bahwa,, sumpah! Gw juga masih bingung harus ngomongin apa?? Yang jelas, mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang sangat membingungkan, yang harus memberikan nama-nama yang serba membingungkan kepada sebuah benda, yang sebenernya udah jelas sekali namanya. Contoh: Oksigen=O², Karbondioksida=CO², Garam=H²O. Nah lo? Bingung kan? Sama! Gue juga …

Lanjut!

Kembali lagi ke mas Awak! Awal gw ketemu ama dia adalah waktu gw masuk ke sebuah organisasi yang ada di kampus, sebut aja namanya Rumah Hijau Kita (baca: RHK) yang menyatakan diri bahwa hanya diperuntukkan kepada semua mahasiswa maupun mahasiswi yang beragama *sensor* tetapi tidak membeda-bedakan asal daerah, kesukuan, ras, ataupun sebagainya, yang pada kenyataannya (menurut pandangan gw) malah secara mayoritas hanya berisi orang-orang (cowok) dan oring-oring (cewek) dari Madura yang suka ngobrol pake bahasa nenek buyutnya, yang *anjrit* gw ga ngerti sama sekali apa yang mereka omongin. Sisanya malah lebih parah lagi! Banyak yang ngaku AREMA asli, kelahiran Boemie Poertiwie Singo Edan, tapi malah gemar pake bahasa Indonesia yang, JUJUR!, gw masih kikuk banget kalo disuruh ngomong pake bahasa Indonesia yang sesuai aturan, SUMPAH!, gw ga pede broo!

“Cong,, Jegembek mbek gembek? Mbek jem jembegembek? Mbek? Mbek?, bahasa Madura.
“Hai,, Nama kamu siapa? Kamu darimana? Sedang apa? Tanya Kenapa?”, bahasa Indonesia.
“Heh cok,, Jenengmu sopo? Arek endi koen? Ate lapo? Takok opo?”, bahasa yang gw pake.

Nah lo? Coba bayangin kalo ketiga bahasa tersebut disatukan dalam suatu forum yang sedang ngebahas tentang “Pemahaman Tentang Kajian Materi Ilmu Politik Dalam Masyarakat Ekonomi”, pasti entar yang kedengeran cuma kaya gini,

“Nguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguinguing!”, ato kaya gini,
“Jembekamudimanacokiasuraimumbekgembekmbekmengapaandaberkomentarcok?”.

Susah kan kalo udah kaya gitu akhirnya??

salah satu (yang ngaku-ngaku) penghuni di RHK

salah satu (yang ngaku-ngaku) penghuni di RHK

Komentar
  1. […] File #5. Rumah Hijau Kita 1. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s