Dr. Imam Mukhlis, SE, MSi.

Dr. Imam Mukhlis, SE, MSi.

Kelompok 4_Ekonomi Internasional_OFF S

Kelompok : 4
Nama Kelompok :
1. Muhammad Iman Santoso (100432401803)
2. Andro Odi Sabillah Akbar (1004324101819)
3. Dio Agung Pamungkas (100432401834)
4. Harindra Eka Atmaja (100432401828)
5. Firdhaus Fajar Pradana (100432401830)
6. Muhammad Hendra Setyawan (100432401826)
7. Indrawan Bagoes P. (100432401816)
8. Muhammad Muiz Latif (1004324101798)
9. Fiqman Surya Adi (100432401833)
10. Fany Zakaria (100432401806)

Mata Kuliah : Ekonomi Internasional
Offering : S
Jurusan : Ekonomi dan Studi Pembangunan
2.) Berdasarkan pada slide tersebut, jelaskan apa yang akan terjadi manakala harga pakaian dalam perdagangan suatu negara mengalami kenaikan ?
Ketika harga relative pakaian mengalami kenaikan, maka perekonomian akan memproduksi lebih banyak pakaian dari pada makanan,

contoh kurva

contoh kurva

Maka garis isovalue akan menjadi curam, yaitu ketika harga pakaian naik dari (pc/pf)1 ke (pc/pf)2. Sehingga keseimbangan output bergeser dari Q1 ke Q2. Hal ini menyebabkan jumlah produksi pakaian lebih banyak.

3.) Dengan kondisi tersebut ,apakah kapasitas perekonomian suatu negara akan mengalami kenaikan atau penurunan, jelaskan.
Dengan lebih memprerioritaskan produksi pakaian daripada makanan, Maka perekonomian akan memproduksi pakaian lebih banyak dari pada yang di konsumsi dan mengkonsumsi lebih banyak makanan daripada yang diproduksi sehingga ekspor pakaian akan meningkat, dan impor makanan pun juga meningkat. Karena harga pakaian lebih tinggi daripada harga makanan maka  perekonomian akan mendapat surplus dari perdagangan tersebut.

4.) Pada sisi penawaran (supply side), jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi suatu negara ?
– 1.    harga barang relative,
harga barang relative yaitu perbandingan harga antar dua atau beberapa Negara yang akan melakukan perdagangan internasional, ketika harga salah satu barang tinggi terhadap barang lain yang akan di ekspor dan perekonomian mempunyai keunggulan komparatif akan barang tersebut maka perekonomian akan berspesialisasi untuk memproduksi barang ekspor yang tinggi harganya.

– 2.    produktivitas suatu Negara,
Ketika suatu Negara mempunyai produktifitas yang tinggi akan salah satu produksi barang ekspor maka Negara tersebut akan lebih memilih mengekspor barang yang produktifitasnya tinggi.

– 3.    ongkos produksi
Jika suatu Negara dapat memproduksi barang ekspor dengan ongkos produksi yang rendah maka Negara tersebut akan menambah jumlah produksi yang berarti pula menambah penawaran

– 4.   tingkat teknologi yang digunakan
Suatu Negara dapat memproduksi barang ekspor dengan menggunakan teknologi yang maju maka akan dapat menghasilkan produksi dengan jumlah volume yang tinggi sehingga akan berpengaruh pada tingkat penawaran.

5.) Pada sisi permintaan, jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap produk
– 1.    Harga barang itu sendiri
Harga barang sangat berpengaruh pada perdagangan Internasional pada saat harga itu tinggi maka permintaan konsumen terhadap barang tersebut akan menurun dan begitu sebaliknya, ketika harga barang mengalami penurunan maka permintaan akan meningkat.
– 2.    Harga barang lain
Konsumen akan mencari barang yang relative lebih murah, jadi ketika dalam perdagangan internasional ada harga barang lain yang lebih murah, maka konsumen akan memilih produk yang memiliki harga lebih murah.
– 3.    Pendapatan rata-rata masyarakat
Tingkat pendapatan masyarakat sangat berpengaruh terhadap jumlah permintaan, pada saat pendapatan masyarakat tinggi, maka daya beli masyarakat pun meningkat, sehingga permintaan akan turut meningkat.
– 4.    Kualitas barang
Konsumen tentunya akan memilih barang dengan kualitas yang baik, namun hal itu juga disertai dengan tingkat harganya.
– 5.    Selera
selera konsumen terhadap suatu barang yang tinggi, akan meningkatkan jumlah permintaan.

6.) Jelaskan proses terjadinya keseimbangan dalam perdagangan internasional pada kondisi di atas..
Proses terjadinya keseimbangan dalam perdagangan internasional yaitu manakala jumlah barang yang diekspor suatu Negara sama dengan jumlah barang yang ingin diimpor Negara satunya, begitupula sebaliknnya. Katakanlah perdagangan antara Indonesia dan Persia, yang sama-sama menjual rempah-rempah dan permadani. Seandainya tingakat harga relative keseimbangan yang terjadi adalah 1 permadani sama dengan 5/6 kg rempah-rempah

contoh kurva

contoh kurva

Pada gambar kurva diatas menunjukkan , bahwa di titik A Persia memilih untuk mengkonsumsi 180 helai permadani dan 100 kg rempah-rempah. Tingkat konsumsi ini bisa dicapai karena titik A terletak pada CPFnya. Pola konsumsi ini berarti Persia mengekspor 120(300 – 180) helai permadani. Persia akan berspesialisasi secara penuh dalam produksi yang mempunyai keunggulan komparatif yaitu produksi permadani 300 helai. Persia bisa menukarkan 120 helai permadani dengan 100 kg rempah-rempah jadi Persia mengimpor 100 kg rempah-rempah. Pola konsumsi yang dipilih Indonesia adalah titik B yaitu 120 helai permadani dan 100 kg rempah-rempah. Indonesia mengekspor 100 kg rempah-rempah ke Persia dan ditukarkan dengan 120 helai permadani.

Posisi A dan B adalah posisi keseimbangan karena jumlah permadani yang diekspor  Persia sama dengan jumlah permadani yang ingin di impor Indonesia, dan jumlah rempah-rempah yang ingin diekspor Indonesia persis sama dengan jumlah rempah-rempah yang ingin di impor Persia. Karena permintaan dan penawaran sejumlah masing-masing barang seimbang maka tidak ada kecenderungan bagi harga relatif yang berlaku untuk berubah.

Komentar
  1. bhunshung mengatakan:

    fantastis,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s